SONY DSC

LHOKSEUMAWE – Anda penggemar mi kuning atau mi basah, patut waspada dan teliti sebelum membeli. Sebab Dinas Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe menemukan adanya produsen mi yang menggunakan bahan kimia berbahaya yaitu boraks, dalam mi yang diproduksinya. Mi tersebut dipasarkan kepada para pedagang di Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfika, kepada Serambi, Sabtu (30/1) menyebutkan, beberapa waktu lalu tim Dinkes menemukan mi yang mengandung boraks. Dari penemuan itu, pihaknya kembali melakukan penelusuran hingga menemukan produsennya atau pemilik pabrik.

“Berdasarkan keterangan produsen atau pembuat mi tersebut, dia mengakui menggunakan boraks, dan mi yang dia produksi setiap hari dijual kepada sejumlah pedagang di Lhokseumawe,” kata Said Alam.

Didasari hasil temuan tersebut, tambah Said Alam, pihaknya menduga tidak tertutup kemungkinan, masih banyak mi basah yang mengandung boraks saat ini beredar di Kota Lhokseumawe.

“Karena itu, masyarakat kita harapkan hati-hati dan teliti dalam mengonsumsi mi. Mi mengandung boraks bisa dilihat dengan ciri-ciri tekstur mi kenyal, lebih mengkilap, tidak lengket, dan tidak cepat putus,” jelasnya.

Bila masyarakat menemukan tanda-tanda tersebut, dr Said Alam menyarankan lebih baik tidak dikosumsi lagi. “Karena kita ketahui, bila seseorang sering mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks, bisa berisiko terkena kanker,” kata dr Said.

Di sisi lain, Said Alam Zulfika mengakui, Dinkes belum mengambil tindakan apapun terhadap penjual dan produsen mie yang menggunakan boraks itu. “Produsen itu hanya kita berikan peringatan, agar tidak lagi mengulang perbuatannya, karena membahayakan masyarakat banyak,” katanya.

Kadinkes Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfika menambahkan, dalam upaya melindungi masyarakat kota agar terbebas dari makanan atau mi yang mengandung boraks, formalin, dan bahan kimia berbahaya lainnya, tim Dinkes rutin melakukan pemeriksaan terhadap berbagai makan yang dijual pedagang di kota itu, termasuk mi.

Pemeriksaan terhadap makanan-makanan basah, kata Said, akan terus dilakukan hingga nantinya Lhokseumawe bisa bebas dari makanan-makanan basah yang mengandung boraks, formalin, dan zat-zat berbahaya lainnya.(bah)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Halaman ini Sudah dilihat Sebanyak
225 Kali